DIVINE - Long Live Thrash Metal
 HKCD 004
 

TRACK LIST :

01 Warzone
02 Black Solid
03 Long Live Thrash Metal
04 We Are The Revolution
05 Up The Horns
06 Prequel Of Mass Murder Maniac
07 After War
08 Toxical Land
09 Creature Inside
10 Debris

S O L D  O U T









 

BAND INFORMATION


Setelah sebelumnya merilis album penuh pertama bertajuk “Anger Thy Giveth” di tahun 2008 silam, akhirnya kolektif thrash metal asal Jakarta, Divine membuahkan karya terbaru mereka yang bertitel “Long Live Thrash Metal”. Produski album ini memakan waktu yang cukup lama dalam pengerjaannya dikarenakan banyak hal hingga akhirnya siap dirilis 2015 ini Divine menjelaskan dalam rilisan pers yang mereka sebar bebas di laman facebook pribadi sang gitaris Muhamad Heyckel, bahwasanya perbedaan dengan album “Anger Thy Giveth”, “Long Live Thrash Metal” lebih fokus pada rasa oldcchool Thrash Metal. Kali ini Divine menyuguhkan musik yang lebih raw, hi-speed dan banyak harmonisasi gitar antara Ucok dan Heyckel yang makin identik dengan ciri khas solo gitar yang bergantian dan berbarengan. Suara-suara koor pun menghiasi hampir semua track di album ini. Sedikit banyak, di album ini Divine terpengaruh oleh thrasher-thrasher legendaris seperti Slayer, Testament hingga Metallica. Total lagu yang ada dalam album ini ada delapan buah lagu dan dua instrumen untuk intro dan outro. Dua track yaitu ‘Up The Horns’ dan ‘Prequent Mass Murder’ menghadirkan Rega Vanjiwara (Besok Bubar) sebagai drummer. Selama pengerjaannya, Divine banyak mengalami perubahan personil yang cukup signifikan, Aji masuk menggantikan Indra pada vokal, Heyckel masuk memperkuat departemen gitar, hingga akhirnya Ino (drummer) memutuskan untuk mengundurkan diri dan masuk Erlangga (EQ) menggantikan posisinya di awal tahun 2014. Ben juga akhirnya memutuskan untuk mengundurkan diri di akhir 2014 untuk lebih fokus pada pekerjaannya. Dari segi artwork, Divine ‘menegaskan’ tema sesuai dengan titel album. Sebagian besar lirik lagu yang ada terkait dengan sosial, kemanusiaan hingga lagu yang menjadi simbol kecintaan Divine pada musik thrash. Di album ini, Divine dinaungi oleh Hitam Kelam Records yang sudah banyak merilis album-album band underground Indonesia. Album ini didedikasikan untuk Robin Hutagaol (RIP), para metalheads Indonesia maupun internasional dan semua penikmat musik pada umumnya.
(Originaly Source from : http://www.djarumcoklat.com/coklatnews/dedikasi-dari-divine)

 


 

REVIEWS / TESTIMONIES / QUOTE
 

" Akurasi Komposisi yang lebih Mengaduk Secara Musikal, Sangat tepat untuk Mempermainkan Mood Secara Emosional hampir disetiap Aransemen Segarnya, Chugging signature Rhythms and a few basic power chords Moshpit Thrashin, Landscape-Razor Distortion a Chunky, Modern tone that features eardrum-rupturing delivered is essentially as it snatches the Reins Away ! Lebih Menikmati Akselerasi Harmonisasi yang tertata dengan sangat rapi dan Anthemic Tune, Suguhan Beat Thrash Headbanging yang tetap Memprovokasi ! ... And So ... Berani mencoba suguhan Keren yang lebih Matang & Menantang ? atau Menjawab Wishing Epic Thrashin Strangely Subdued yang lebih Menggelitik ? ... Fuckin Yeah, Now You find this Fabulous Sophisticate Killer Decent of Really The Masterpiece !!! "... " Long Live Thrash Metal " sendiri sebenarnya tidak memuat Materi baru didalamnya, ini lebih menjadi Materi Ulang dari " The War " tahun 2014 yang mengalami Kendala " serius " sejak perilisannya, sehingga Tidak banyak Thrasherhead begitu mengenalinya, sehingga Beruntung sekali kemudian Hitam Kelam Records melahirkan kembali materi " resmi " ini dalam titel Album baru-nya. Seperti Ejakulasi yang tertunda, Akhirnya memang Luapan Empiris Divine memang terasakan sekali di " Long Live Thrash Metal " Ketimbang di " The War ", seperti berteriak Lepas tanpa kendali, The album is undoubtedly frontloaded, with nearly all of the better cuts present during the first half. Ignore the protracted bores that pockmark the album and you might find something of value in it's haughty confines. masih dengan Sajian Thrash Metal dengan Sound dan Style Enerjik, basic power chords Moshpit Thrashin, Landscape-Razor Distortion a Chunky, Modern tone that features eardrum-rupturing Attack with Beauty Solo, Pantas memang Kalo " Long Live Thrash Metal " akan lebih membawa Hanyut Perspektif kita akan kata monotonisme. aransemen yang Dinamis dari Skill diatas Rata-rata, Thrasherhead bakalan dimanjakan sebenarnya Selama Kurang lebih 37 Menitan. telah Mengendap 3 Tahun lamanya, Pesona Musikal Divine masih terjaga manja. Especially Banget buat yang menikmati perpaduan Old serta New School Thrash Matang ala Exodus, Overkill, Destruction Sampe dengan Slayer, Kalian Sangat Beruntung telah menemukan " Long Live Thrash Metal " sebagai Jawabannya. Great mix of Thrashing and Groove that we come to expect. And if you are a fiend for speed, the solos are still face-melters, and some songs are still break-neck paced like my personal favorite !

Memberi Kesan yang Teratur, Cooling down sambil menanti Penasaran tiba, Intro " Warzone " menjadi Part yang unik sekaligus berisik dari Blend Sampling dan Distorsi Gitar langsung di Amini oleh " Black Solid " yang cepat menggebrak dengan Emosional Thrashing Beat. Raungan Tajam Vokalis Aji Kurnia Nugroho dengan Backing Vocal dari Arie-nya Ritual Of Doom seperti memang langsung terbawa dalam Beat yang cepat, diimbangi dengan Agresi Duet Serius Gitaris Ucok kompak dengan Heickel, a veritable slathering of guitar solos worthy of the names Holt and Altus; again, as should be expected. But in general, the style of riffing is quite different from Holt’s thrashtastic forte, emphasizing chunky dissonant chords and disparate Melodic over his signature no-nonsense battery. Yeach Some of the melodic aspects are completely delivered is essentially a rebranding ! Konsep Cepat dan berapi-rapi sekali Yang Gw rasakan di track ini, berbeda mungkin kemudian dengan " Long Live Thrash Metal ", menyuguhkan aransemen Thrash Anthem yang rasanya sangat membakar Moshpit area ! Masih dengan Teknik-teknik Riffing yang menghipnotis bertambah Poin lewat Sentuhan Solo Gitar yang Ciamik dari Heickel. some of his catchiest riffs yet. Unfortunately, many of the songs in general blend together and the guitar work could use a few more changes in tempo and sound to be truly brilliant. A little too consistent for my tastes. The riffs are a lot crunchier than before too - there is a lot of bottom to the guitar tone that makes it sound a lot heavier. The solos and leads are well written and played. LONG LIVE THRASH METAL !!! Signature Rhythms Part " We Are the Revolution " rasanya memberikan Soul apik tersendiri sejak awal track menggilas, meski Struktur simple Musikal-nya masih terdengar dinamis dengan ending lebih Easy Listening saat dicerna. Beberapa Shredd Riff di awal Part " Up The Horns " lumayan memberikan kesan berani dan menantang, Walau kemudian Catchy Beat Thrash Headbangin tetap menjadi Prioritas Aransemennya. Thrash metal must have a thrash metal attitude and atmosphere surrounding it. You must ‘hear’ the sweat, the moshing, the diving, the drinking, the jeans, the sneakers. Agak sedikit mengendurkan Otot yang tegang " Prequel of Mass Murder Maniac " mencoba menawarkan Sisi Lain Divine Style dengan Tune Thrash Epic Riffing, tidak banyak letupan tempo drum yang cepat, hanya lebih cooling down sejenak dengan Headbang part. while certainly catchy, push the limits of how far these things can be pushed before walking a fine line of tedious songwriting and the rehashing of ideas. The fairly predictable song formulas don't help matters; each song, even the barnburning numbers, follow a typical thrash formula: intro, verse, chorus, verse, chorus, solo, chorus, etc without losing the grit it needs to maintain the nature of everything. Letupan kembali meledak Enerjik lagi dengan " Afterwar ", Kesan lebih Mantap gw coba rasakan saat menikmati sekali " Toxical Land ", dengan sound yang terasa " Lebih " berat dari track sebelumnya, Pattern Lagu ditrack ini lebih membuat Adrenalin tidak berhenti untuk menggoyangkan Tubuh, terlebih dengan Struktur musik yang makin Wahh ! tighter and more self-confident, whereas Tempo often sounded a bit too restrained for my taste and also had some filler material Track. dan " Creature Inside " akhirnya Menyudahi Dramatic Thrash Attack Divine tetap dengan Luapan Emosi terpanggang api Kebencian tentang Tema Lirik yang mereka Suarakan. thrash epic Deathamphetamine which has some of the heaviest riffs ever recorded.

Dengan Produksi sound yang diimbangi dengan Skill yang Mumpuni, Lelah terjawab disaat buruan kita telah ada didepan mata, Meski masih ada beberapa Kekurangan seperti Middle Sound-nya tidak banyak diimbangi dengan Level Low Sound untuk memperberat Intensitas sound-nya, Atau Mungkin ini sudah menjadi Bagian Karakter Divine untuk dapat lebih distortif tanpa membikin Kuping berisik, Sentuhan Solo gitar-nya memang lebih banyak memberikan Terapi yang Rilex en Adem di Kuping. Rekaman Kenangan bersama Drummer Ino Muralino disini mengantar Karir Ke-2 Band sejak Album Pertama " Anger Thy Giveth " yang saat ini Divine memiliki Drummer baru dengan Masuknya EQ lebih siap menghantarkan Obsesi Divine yang lebih Nakal dan Liar ! Sangat menariknya lagi kalo Hitam Kelam Records mengemas Rilisan ini dengan produksi Cakram Eksklusif-nya semakin menambah Poin Wajib tersendiri untuk sebuah Masterpiece Extreme Music yang Menarik Hati penikmatnya lebih dari sekedar mendengar. Well, Sebuah Sajian Berani yang Sangat Menantang memang untuk Kalian Konsumsi. sweet thrasher with an obsolete middle section the true shovel-headed kill machine in full ignition, the balls-to-the-wall madness of old coupled with the melodic abandon of modern day. Encompassing successfully counteracting ideas, where melody rubs elbows with causticity like paint strokes on the thrash. Long Live Thrash Metal !

Source : http://review.lostinchaos.com


---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Hantaman zona thrash melekat melalui distorsi – distorsi liar dan mematikan yang terangkum dalam Long Live thrash metal milik divine. Kondisi suasana perkotaan jakarta selatan melahirkan divine band yang bersenjatakan Aji Kurnia Nugroho (Vocals), Muhammad Heyckel (Gitar), Ucokk (Gitar), Ben (Bass), Ino (drums) tepat 2001 silam. Selama perjalanan karir mereka menghentakkan aroma-aroma musik keras tersebut telah termuntahkan 3 album salah satunya yang baru saja dirilis oleh Hitam kelam records yaitu Long Live Thrash Metal. Album ketiga ini bukanlah materi-materi baru melainkan secara keseluruhan materi-materi yang pernah ada di album kedua mereka The War, hanya ada beberapa track yang baru seperti Warzone, Up The Horns, dan Debris. Kekecawaan para thrasher terhadap the war kini terjawab sudah melalui Long Live Thrash Metal.

Are you ready for the war in your brain and your ears.. “warzone” akan menghantarkan kalian kepada intro dengan iringan suasana perang dan radio sound beserta speed melodi ganas sebelum menuju ke hentakan distorsi thrash cepat dan liar lewat “Black Solid”. Kolaborasi vocal aji bersama arie dari ritual doom cukup memberikan kesan awal solid antara dua vokalis ini, tempo sedikit lebih kalem untuk menuju riff-riff melodi gitar yang penuh speed racikan heyckel feat ucokk memang sangat membuat area moshpit semakin memanas. Sebelum menetasnya album ini para thrasher sudah tidak asing dengan single yang pernah dipublikasikan yaitu “Long Live Thrash Metal”, track ketiga dari title album ini masih menawarkan aroma thrash up tempo with melodi santai dari sang gitaris yang diiringi hentakan drum ino lebih down setelah melodi selesai kembali ditampar gendang telinga dengan gebukan twin pedal lebih ngebut hingga menuju detik akhir. Beberapa revolusi terjadi menginjak track “We are revolution” part-part dalam materi ini lebih calm down dengan tidak meninggalkan unsur skill gitar melodi yang easy listening dan masih bisa dinikmati sambil bersantai ria. Angkat simbol tanduk yang ada pada tangan kalian bersama “up the horns” detik awal mendebarkan saat melodi gitar yang rapat, ben sedikit unjuk gigi dimana pertengahan materi ini ben bermain sendiri sebelum peluru-peluru dari dari gitaris mereka menghujam telinga dengan aransemen gitarnya. Telinga kalian akan ditembakkan lagi bersamaan bunyi tembakan terdengar di detik pertama track “Prequel of Mass Murder Maniac”, materi ini agak berbeda dari track – track sebelumnya. Nuansa sedikit heavy metal ala metallica terdengar jelas, tapi tidak sampai diakhir karena hentakan thrash ala divine yang penuh speed tetap dipertahankan dan long sound vocal from aji menutupi materi prequel of mass murder manica. Sialnya saya ditrack ke enam bertajuk “Afterwar” ini bukannya berhenti berperang dengan high volume tapi malah kembali ditawarkan distorsi mematikan berpacu dengan tempo cepat dari hampir keseluruhan personil. Tone-tone heavy metal lebih banyak ditempatkan lewat “Toxical land” tapi “Creature Inside” menjadi penutup sempurna dengan riff-riff gitar cepat dikombinasikan dengan ketukan drum yang mengiringi speed gitar dan melodi gitar bergantian jelang antara heyckel dan ucokk jelas terdengar sebelum akhirnya harus menyudahi album Long Live thrash metal ini outro berjudul “Debris” akan merileksasikan otak dan pendengar yang sudah dibisingkan dalam album ini.

Materi yang luar biasa bagi saya untuk ukuran tharsh metal dengan rasa international seperti divine ini, sound – sound megah dengan penguasaan skill bermusik yang diacungi empat jempol sangat wajar jika album ini sangat dinanti para thrasher. Untuk masalah kemasan cover art dengan gambaran zona perang with up the horns finger sukses dieksekusi oleh sang vokalis dari divine yaitu Aji Kurnia. Racikan bumbu-bumbu thrash metal dengan riff-riff melodi gitar yang mendominasi album ini beserta perpaduan antara thrash dan sedikit heavy metal menjadi warna tersendiri dalam album Long Live Thrash metal, aransemen beat-beat cepat yang catchy and easy listening akan menerjang gendang telinga kalian. Tanpa banyak kata lagi, Hitam kelam records memang belum pernah mengecewakan telinga saya dengan rilisan – rilisannya. Mega thanks HK and Long Live Thrash Metal in Indonesia…\m/

Rate : 9/10

Source : http://www.pasukanjihad.com/2015/04/review-album-divine-long-live-thrash.html


 

JANGAN LUPA BERBELANJA LEBIH MUDAH RIBUAN METAL STUFF & MERCHANDISE SECARA ONLINE DI HITAM KELAM
HITAM KELAM E-STORE | HITAM KELAM STORE ON TOKOPEDIA | HITAM KELAM STORE ON BUKALAPAK


2015 HITAM KELAM Records & Online Merchandise Store
Webmaster By Herry SIC @LOSTINCHAOS Mediazine
Best viewed without Internet Explorer, in 1280 x 960 Resolution or Higher

 
DIVINE | HITAM KELAM RECORDS & ONLINE MERCHANDISE STORE